Wednesday, February 29, 2012
miss
sejak dia pergi aku selalu dipenuhi rasa khawatir. tapi aku selalu mencoba menutupi semuanya sendiri karena aku ga mau orang lain memandangku dengan rasa kasihan. saat dia ada aku selalu ngerasa tenang,senang, damai walau dia emosional tapi aku selalu aman bila di dekat dia. memang kadang marah,kecewa jika dia mulai marah-marah. tapi itu semua bukan berarti aku ga sayang sama dia,aku rela ngorbanin apapun cuma untuk ngeliat dia tersenyum.aku sakit ketika ngeliat dia nangis, aku seribu kali lebih khawatir ketika ngeliat dia gundah, dan aku ikut tertawa ketika ngeliat dia ketawa bahagia.dia memang bukan pendengar yang baik tapi apa yang dia katakan selalu membuat aku merasa tenang dan beban ku ilang. saat aku sakit dia tau apa yang harus dia berikan untuk aku, dia yang selalu mengerti aku.cuma di depan dia aku ga bisa bohong. dari dia aku belajar ketegasan, dari dia aku belajar ketegaran, dari dia aku belajar bagaimana cara bersosialisasi dan dari dia aku belajar cara memperhatikan orang lain. aku menyesal,sangat menyesal ga bisa ngerawat dia saat dia sakit. tapi itu bukan karena aku males ngurusin atau apalah itu tapi lebih karena aku ga tega ngeliat dia kesakitan,aku takut nangis di depan dan aku takut malah ngebuat dia tambah sakit. maafin aku yang cuma bisa memberi semangat dari jauh dan hanya bisa memohon doa. aku selalu mengatakan aku ikhlas tapi setiap aku bangun tidur aku masih menganggap dia ada,aku masi berharap dia ada, aku masi berharap mendengar suaranya. aku ga tau apa itu arti keikhlasan dan sampai sekarang aku bingung apa aku mengikhlaskan dia atau tidak. aku masi ingin dia ada, marahin aku,negur aku, masakin buat aku,belanja bareng aku, nonton bareng ataupun dengerin dia bernyanyi,sumpah aku masih ingin itu semua terjadi. jauh dari lubuk hati, aku ingin bilang ke Tuhan, jangan bawa pergi dia dulu, aku masi sangat membutuhkannya. aku kangen dia, aku kangen mama, kangen berat ma. mama dimana, mama kenapa harus pergi, mama kenapa ninggalin. aku belum nunjukin toga aku ke mama, aku belum ngasi kebahagiaan ke mama. mama kenapa pergi, kita bahkan blm pindah rumah sesuai keinginan mama, belum beli mobil, belum jalan-jalan ke surabaya. mama, aku harus apa tanpa mama, aku bingung bgejalanin ini semua ma, aku kehilangan pahlawan aku. mama, aku mau ketemu. aku kangen mama.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment