Thursday, June 28, 2012

brain and heart

Lo pernah ga sih ngerasain yang namanya perang di dalam diri lo? ketika hati dan pikiran lo ga sejalan. Ketika apa yang lo ucapin ataupun lo lakuin itu ga sesuai sama hati lo. Ketika hati dan fikiran lo mulai berseteru tentang sesuatu hal yang menyangkut pilihan lo. Mungkin ini yang terkadang gue rasain, ketika gue dihadapin pada suatu pilihan apapun itu, secara otomatis hati dan pikiran gue langsung melist negatif atau positifnya dari pilihan tersebut. Mungkin terdengar bagus tapi ketika hasil keputusan akhir dimana hati dan pikiran gue  memiliki pendapat berbeda, it was complicated guys!! ibaratnya tuh ya, lo libur 2bulan trus gada kerjaan trus ngebapuk *curcol ga nyambung* forget it, back to the topic. Kalau gue udah dihadapin sama hal tadi, gue bisa diem bermenit-menit bahkan berjam-jam (tadinya malah mau berhari-hari tapi takut ngebapuk jadinya ga jadi*ga nyambung lagi guys!!!) cuma untuk nentuin gue harus ikut yang mana? hati gue atau pikiran gue. Takutnya kalau gue ikutin hati gue, pikiran gue nanti ngamuk trus gue jadi ga bisa mikir lagi trus masa depan gue terancam dan gue jadi bapuk atau kalau gue milih pikiran gue, takutnya hati gue nangis-nangis dipojokan trus gue dicap jadi orang ga berprikeHATIan!!!! so complicated kan!!!! Gue kadang suka heran kenapa bisa mereka memiliki pendapat yang berbeda padahal mereka sama-sama berada didalam diri gue, kadang gue ngerasa gagal mendidik mereka atau gue ngerasa "apa gue terlalu pilih kasih ya sama mereka?" sehingga mereka harus merumitkan diri gue,hidup gue,temen-temen gue,keluarga gue,kosan gue, pak iding corporation, tetangga gue, tetangga'a temen gue, tetangga'a tetangga gue. oh my god I'm going crazy !!!
lupakan tulisan diatas !
mungkin bener kata orang, kamu belum bisa mendamaikan dunia jika kamu belum bisa mendamaikan apa yang ada dalam diri kamu sendiri. Mungkin banyak yang mengalami perang batin ketika dihadapin pada suatu pilihan. tapi disitu lah seninya, kebijaksanaan kita diuji. Mungkin ada sebagian yang lebih memilih mengikuti kata hatinya dan ada sebagian juga yang lebih memilih mengikuti kata pikirannya, tapi jarang ada yang memilih mengikuti kata keduanya. menurut saya, hati dan pikiran itu satu kesatuan yang ada didalam tubuh kamu, yang sama-sama bertugas menjadi penasihat bagi kamu. Ketika kamu mampu menyatukan apa yang hati dan pikiran kamu katakan, insya allah ga kan ada rasa penyesalan yang tertinggal, karena pilihan yang kamu ambil sesuai dengan yang ada didalam diri kamu. sebelum kamu bijakasana dalam kehidupan diluar sana setidaknya mulailah berbijakasana dalam kehidupan didalam diri kamu.

1 comment:

  1. Emang susah dar, menyelaraskan hati sama pikiran. Salah satu triknya, kenali apa yg lagi kita hadapi. Terus Coba pendekatan melogikakan hati deh. Kadang perasaan juga belum tentu yg paling bener.

    ReplyDelete